Rabu, 12 Maret 2008

TOKOH-TOKOH HARUSKAH PATAH SAYAP?

  1. Aulia Larasati (Aulia), anak kedua dari dua bersaudara. Selalu ingin membuktikan pada kedua orang tuanya bahwa perempuan mampu melakukan hal hebat. Sikap yang berkemauan keras.
  2. Fauzan Muzaqy (Zaqy), pemimpin yang bijak dan berwibawa. Idola kampus namun cuek terhadap perempuan.
  3. Diki Suhendar (Diki), partner kerja Aulia di Pramuka. Tegas dan memegang komitmen. Namun memliki keromantisan yang tinggi ketika bersama wanita pujaannya.
  4. Khoirunnisa (Nisa), senior yang pengayom terhadap junior. Kakak angkat Aulia di kampus.
  5. Rena Amalia (Rena), teman satu kos Aulia. Pribadi sederhana namun menyimpan keistimewaan muslimah.

Nama, karakter dan tokoh dalam novelku ini hanya khayalan belaka. Apabila ada kemiripan dari beberapa ataupun berbagai segi aku mohon maaf. Bay the way, aku mohon doa nih agar proses pemindahan ke blog cepet selesai.

Jumat, 22 Februari 2008

HARUSKAH PATAH SAYAP?

Aulia, sang tokoh utama dalam novel ini, adalah seorang perempuan yang aktif diberbagai kegiatan organisasi. Sejak masih duduk di SD ia sudah aktif di kegiatan Pramuka. Ketika duduk di bangku SMA, ia menjabat sebagai wakil ketua di Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega Kwartir Cabang Pandeglang dan hingga kuliah pun ia masih menanggung amanat tersebut. Sifat untuk terus berkaryanya semakin terlihat ketika ia tergabung dalam wartawan magang di pers kampusnya.
Namun dilema terjadi saat ibu Aulia membuat keputusan bahwa Aulia harus menikah. Aulia pun mempunyai dua sisi hati yang tak bisa dilepaskan satu sama lain. Satu sisi Aulia mempunyai tekad kuat untuk mengukir senyum di bibir ibu tercinta. Tapi di sisi lain ada nurani yang menuntut untuk dipenuhi kebutuhannya, "meraih mimpi".
Kedudukan Aulia di Dewan Kerja Pramuka menuntut ia untuk tidak menikah. Sudah menjadi keharusan bagi setiap pengurus Dewan Kerja yang akan menikah untuk mengundurkan diri. Ini pula-lah yang membuat Aulia meredam segala cintanya kepada laki-laki, termasuk kepada Ketua BEM di Kampusnya (Zaqy).
Tapi dalam keterdesakan waktu dan rasa cinta pada sosok ibu, Aulia memutuskan untuk menikah dengan laki-laki yang datang pada keluarganya.
Relakah Aulia melepaskan mimpinya yang selama ini ia kejar?
Siapakah laki-laki yang mendampingi Aulia?